Rabu, 27 Mei 2015

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Plafon Kredit Dengan Fuzzy MADM (Multiple Attribute Decissio Making) Menggunakanan Metode SAW

Sistem Pendukung Keputusan Penentuan Plafon Kredit Dengan Fuzzy MADM

(Multiple Attribute Decissio Making) Menggunakanan Metode SAW (Simple

Additive Weightin) Di PD.BPR BKK Boyolali Cabang Simo



Puput Yulianto, Sri Sumarlinda

STMIK Duta Bangsa Surakarta

ABSTRAK

Bank perkreditan rakyat adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara

konvensional atau berdasarkan prinsip syariah yang dalam kegiatnnya tidak memberikan

jasa dalam lalu lintas pembayaran.

 Sistem Pendukung Keputusan penentuan plafon kredit pada PD.BPR BKK

Boyolali cabang Simo ini dengan Fuzzy MADM (Multiple Attribute Decission Making)

menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting) dengan kriteria yang telah

ditentukan. Metode pengembangan sistem mengggunakan RUP (Rational Unified

Process). Alat bantu perancangan menggunakan UML(Business Use case, Use case,

Activity Diagram dan Class Diagram). Bahasa pemrograman menggunakan PHP dan

database MySQL.

 Konsep dasar metode SAW adalah mencari penjumlahan terbobot dari rating

kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut dan membutuhkan proses normalisasi

matriks keputusan (X) ke suatu skala yang dapat diperbandingkan dengan semua rating

alternatife yang ada. Sistem Pendukung Keputusan penentuan plafon kredit dibuat untuk

membantu dan mempermudah pihak pengambil keputusan memberikan alternatif-
alternatif dalam hal di setujui atau tidaknya pengajuan kredit oleh pemohon kredit.

Kata kunci:Fuzzy MADM, SAW, RUP, UML.

PENDAHULUAN

Pada perkembangan teknologi sekarang ini bank-bank mulai bersaing ketat, oleh

karena itu bank harus mampu meningkatkan produktivitas dan pelayanan yang baik untuk

mempertahankan kelangsungan hidup dan agar tujuan utama bank dapat tercapai.

Perubahan dan perkembangan yang terjadi dalam suatu bank harus dapat dimonitor oleh

pimpinan bank, hal ini dapat tercapai apabila tersedia informasi yang cukup. Semakin

besar suatu bank semakin banyak informasi yang dibutuhkan dan persaingan yang

semakin ketat dalam dunia usaha, memacu bank untuk mendapatkan informasi yang

cepat, relevan, tepat waktu dan dapat dipercaya. Informasi merupakan faktor yang sangat

berharga, hal ini dapat dimengerti karena informasi merupakan acuan utama untuk

mengambil kebijakan bank.

PD.BPR BKK Boyolali cabang Simo sebagai salah satu lembaga keuangan di

Indonesia yang berbentuk bank yang memberikan jasa keuangan. PD.BPR BKK Boyolali

cabang Simo memberikan bantuan pembiayaan dalam bentuk pembayaran secara kredit

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 60

atau cicilan dan mempunyai beberapa sistem, prosedur dan persyaratan yang harus

dipenuhi oleh calon debitur.

PD.BPR BKK Boyolali cabang Simo menetapkan kebijakan dalam pemberian

kredit antara lain menetapkan standar untuk menerima atau menolak resiko kredit, yaitu

menentukan siapa yang berhak menerima kredit yang telah memenuhi syarat Five C,

bagaimana karakter nasabah (Charakter), kapasitas melunasi kredit (Capacity),

kemampuan modal yang dimiliki nasabah (Capital), jaminan yang dimiliki nasabah untuk

menanggung resiko kredit (Collateral) dan kondisi perekonomian (Condition of

economy).

Sistem pemberian plafon kredit di PD.BPR BKK Boyolali cabang Simo saat ini

masih manual, pembahasan kredit atau proses perhitungan pemberian plafon kredit

menggunakan Microsoft Excel sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk

pengolahan data dan kesulitan dalam penyimpanan, serta pembuatan laporan yang

terlambat terkadang juga menghambat penyampaian informasi kepada pimpinan bank.

Hal ini berdampak terhadap lamanya nasabah dalam menunggu hasil keputusan dari

pihak Bank.

Banyaknya calon nasabah (50/bulan) yang mengajukan kredit ke PD.BPR BKK

Boyolali cabang Simo, menuntut bank harus lebih meningkatkan kualitas pelayanan

terhadap nasabah. Hal ini bisa menggunakan aplikasi terbaru yaitu dengan sistem

pendukung keputusan sehingga proses dapat berjalan dengan cepat, tapi di PD.BPR BKK

Boyolali cabang Simo belum menggunakan Sistem Pendukung Keputusan (SPK)

berbasis komputer.

 Berdasarkan permasalahan diatas, perlu adanya solusi pemecahan masalah yang

ada dengan membuat suatu sistem pendukung keputusan untuk meningkatkan

kemampuan dalam memutuskan masalah. Sistem Pendukung Keputusan penentuan

plafon kredit pada PD.BPR BKK Boyolali cabang Simo ini dengan Fuzzy MADM

(Multiple Attribute Decission Making) menggunakan metode SAW (Simple Additive

Weighting). Metode ini menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian

dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif terbaik dari

sejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksud adalah menentukan jumlah

plafon kredit berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan. Dengan metode perangkingan

tersebut, diharapkan penilaian akan lebih tepat karena didasarkan pada nilai kriteria dan

bobot yang sudah ditentukan sehingga akan mendapatkan hasil yang lebih akurat

terhadap pemberian plafon kredit kepada calon nasabah tersebut.

 Berdasarkan latar belakang diatas maka penulis mengambil judul “Sistem

Pendukung Keputusan Penentuan Plafon Kredit dengan Fuzzy MADM (Multiple

Attribute Decission Making) menggunakan metode SAW (Simple Additive Weighting)”

sehingga diharapkan mampu mangatasi permasalahan dalam menentukan plafon kredit di

PD.BPR BKK Boyolali cabang Simo.

TINJAUN PUSTAKA

Peneliti sebelumnya dilakukan oleh Yohanes Suhari pada tahun 2009 yang

berjudul Sistem Pendukung Keputusan Pemberian Kredit Pada PT. BPR Artamanunggal

Abadi. Tujuan pembuatan SPK ini adalah membantu dan mempermudah pihak

pengambil keputusan memberikan alternatif-alternatif dalam hal diterima atau tidaknya

pengajuan kredit oleh pemohon kredit, metode pengembangan SDLC, bahasa

pemograman yang digunakan delphi, database MySQL.

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 61

 Tabel Penentuan keputusan

No Kredit Skala kecil Kredit Pengembangan Usaha

1 Jika penghasilan bersih >= 1/3 dari

2 Nilai jaminan kredit >= 50% platform

3 Ratio Profitabilitas



 Peneliti selanjutnya dilakukan oleh Hersatoto Listiyono pada tahun 2011 yang

berjudul Rekayasa Perangkat Lunak Sistem Pendukung Keputusan Pemberian

Kredit(Studi Kasus pada BPR Argo Dana Semarang). Metode SPK menggunakan AHP

(Analytical Hierarkhi Process), alat bantu yang digunakan DFD (data flow diagram),

metode pengembangan SDLC, peniliai pemberian kredit menggunakan prinsip 5c,

bahasa pemrograman Foxpro.

 Peneliti selanjutnya dilakukan oleh Ita Arfyanti pada tahun 2012 yang berjudul

Sistem Pendukung Keputusan pemberian kelayakan Kredit pinjaman pada bank rakyat

indonesia unit segiri dengan Fuzzy MADM (Multiple Attribute Decission Making)

menggunakan metode Saw (Simple Additive Weighting). Tujuan penelitian ini adalah

untuk untuk mengembangkan atau meningkatkan usaha mikro yang layak, yang dilayani

 oleh BRI unit dan diberikan dalam mata uang rupiah. metode pengembangan

SDLC, Alat bantu pengembangan yang digunakan Flowchart denganbahasa

pemrograman Borland Delphi 7 serta database Microsoft Acces.

METODOLOGI PENELITIAN

Jenis Dan Sumber Data

Selama penelitian di PD.BPR BKK Boyolali cabang Simo penulis dapat

mengumpulkan beberapa data, antara lain:

a. Data primer adalah data yang secara langsung diambil dari objek penelitian oleh

peneliti perorangan maupun organisasi. Penulis disini memperoleh data dengan

mewawancarai langsung dari beberapa pegawai di PD. BPR BKK Boyolali cabang

Simo.

b. Data sekunder adalah data yang didapat secara tidak langsung dari objek penelitian.

Penulis disini mendapatkan data dari studi literatur.

Metode pengumpulan data

 Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai

berikut :

a. Studi Literatur

Studi ini dimaksudkan untuk pengumpulan dan memperoleh data sekunder dengan

cara mempelajari, membaca dan mencatat literatur dari beberapa buku yang

berkaitan dengan permasalahan di atas.

b. Observasi

Teknik pengumpulan data dengan mengadakan penelitian dan peninjauan langsung

terhadap permasalahan yang diambil. Penulis melakukan penelitian tentang

pemberian plafon kredit.

c. Interview

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 62

angsuran.

kredit.

Ratio Likwiditas

Ratio Solfabilitas

 Teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung yang

ada kaitannya dengan topik yang diambil. Penulis melakukan interview

dengan suharno, sri utanto bagian staf kredit dan yanuariyanto bagian pemasaran.

Metode Pengembangan Sistem

 Teknik pengembangan sistem menggunakan metode RUP (Rational Unified

Process). Tahapan-tahapan yang terdapat dalam metode RUP sebagai berikut (Rosa dan

Shalahuddin, 2011):

a. Inception (permulaan)

Tahap ini lebih pada memodelkan proses bisnis yang dibutuhkan dan mendefinisikan

kebutuhan akan sistem yang akan dibuat (requirements) dan melakukan analisis

kebutuhan user. Tahap yang dibutuhkan adalah sebagai berikut:

1. Memahami ruang lingkup dari proyek (biaya, waktu, kebutuhan, dan resiko).

2. Membangun kasus bisnis yang dibutuhkan.

b. Elaboration (perluasan)

Tahap ini lebih difokuskan pada perencanaan arsitektur sistem. Tahap ini juga

mendeteksi apakah arsitektur sistem yang diinginkan dapat dibuat atau tidak. Tahap

ini lebih pada analisis dan desain sistem pembuatan alur sistem, permodelan diagram

UML (Business Use case, Use case diagram, Diagram Activity, dan Class Diagram),

arsitektur sistem serta implementasi sistem yang fokus pada purwarupa

sistem(prototype)

c. Construction (konstruksi)

Tahap ini lebih pada implementasi dari hasil desain dan pengujian sistem yang fokus

pada implementasi perangkat lunak pada kode program. Disini penulis dalam

pengkodean menggunakan bahasa pemograman PHP dan database MySQL dan

pengujian menggunakan metode blac box.

d. Transition (transisi)

Tahap ini menghasilkan produk perangkat lunak dan fokus pada pelatihan user,

pemeliharaan.

ANALISIS DAN PERANCANGAN SISTEM

Inception(Permulaan)

Tahap ini memodelkan proses bisnis yang dibutuhkan dan mendefinisikan

kebutuhan akan sistem yang akan dibuat (requirements) dan melakukan analisis

kebutuhan user. Tahap yang dilakukan yaitu memahami ruang lingkup proyek(biaya,

waktu, teknik, resiko dan kebutuhan)

Kelayakan Jadwal(Schedule feasibility)

 Dalam sebuah proyek dibutuhkan penjadwalan guna untuk menentukan apakah

tenggat waktu itu bersifat perintah atau keinginan. Sistem pendukung keputusan

penentuan plafon kredit yang di kembangkan harus dapat beroperasi dalam waktu yang

telah direncanakan. Berdasarkan perkiraan waktu jadwal kegiatan digambarkan dengan

diagram PERT sebagai berikut:

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 63

Gambar Diagram Pert Estimasi Waktu Pengujian Proyek

Keterangan:

a. : Jalur kritis

b. : Jalur kegiatan

c. Waktu yang dibutuhkan untuk pengujian proyek adalah 31 minggu.

 Kelayakan Teknis(Technical feasibility)

 Sistem pendukung keputusan penentuan plafon kredit di PD.BPR BKK Boyolali

cabang simo dapat dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP dan mesin

basis data MySQL. Software yang dibutuhkan untuk membangun aplikasi tersebut adalah

sebagai berikut :

Tabel Kebutuhan Perangkat Lunak

Jenis Kterangan

Sistem operasi Microsoft Windows XP

Software Microsoft Windows office 2007

Software Rapid Php dan xampp

Database Mysql

Hardware yang digunakan untuk membangun Sistem pendukung keputusan penentuan

plafon kredit di PD.BPR BKK Boyolali cabang simo membutuhkan seperangkat

komputer dengan spesifikasi sebagai berikut :

Tabel Kebutuhan Perangkat Keras

komponen Keterangan

Processor pentium 3

Ram 512 MB

Hardisk 120 GB

Monitor CRT HP “15

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 64

Analisis Resiko (risk analysis)

 Analisis resiko atau risk analysis dapat diartikan sebagai sebuah prosedur untuk

mengenali suatu ancaman dan kerentanan, kemudian menganalisanya untuk memastikan

hasil pembongkaran, dan menyoroti bagaimana dampak-dampak yang ditimbulkan dapat

dihilangkan atau dikurangi. Analisis resiko juga dipahami sebagai sebuah proses untuk

menentukan pengamanan macam apa yang cocok atau layak untuk sebuah sistem atau

lingkungan. Berikut jenis resiko yang mungkin akan terjadi.

Jenis Resiko Kemungkinan Resiko

Teknologi Kecepatan Database-Engine yang digunakan tidak dapat melakukan

Tabel Perkiraan resiko

Personal Tidak dimungkinkannya melakukan recruitment staff yang memiliki

Organisasi Organisasi direstrukturisasi sehingga manajemen yang berbeda

Tools Code yang dibangkitkan oleh Tool tidak efisien CASE tool tidak dapat

Kebutuhan-
kebutuhan

Estimasi Perkiraan jumlah waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan projek

proses transaksi sebanyak yang dinginkan, Terdapat kerusakan pada

komponen software yang digunakan sehingga tidak sesuai dengan

fungsinya

kemampuan sesuai dengan yang diingikan. Tidak tersedianya tempat

training untuk staff yang dibutuhkan

bertanggung jawab ke projek. Masalah dalam keuangan organisasi

mengakibatkan menurunkan biaya-biaya

diintegrasikan

Perubahan kebutuhan mengakibatkan perancangan ulang Tidak

pahamnya pelanggan terhadap dampak perubahan kebutuhan

terlalu rendah. Perkiraan jumlah perbaikan kerusakan terlalu rendah

Perkiraan ukuran sistem software terlalu rendah

Analisis Sistem

 Merupakan suatu metode pengembangan sistem yang harus dipenuhi. Salah

satunya yaitu mengumpulkan kebutuhan secara lengkap kemudian dianalisis dan

didefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun. Metode

digunakan untuk melakukan pengembangan sistem pendukung keputusan penentuan

plafon kredit dengan identifikasi masalah microsoft exel, dimana sistem pengolahan data

belum terintegrasi dengan database sehingga memerlukan waktu yang lama dalam proses

pemberian kredit dan apabila terjadi kesalahan dalam pembuatan pembahasan kredit,

maka harus menginputkan data lagi. Oleh sebab itu penulis memberikan solusi yaitu

menganalisa, merancang dan membuat sistem pendukung keputusan penentuan plafon

kredit.

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 65

Gambar Diagram Aktiviti Sistem Pemberian kredit yang sedang berjalan

Keterangan:

Pemohon kredit datang ke bank dengan membawa persyaratan-persyaratan yang telah

ditentukan. Kemudian pemohon kredit tersebut mengisi formulir untuk kredit dengan

memberikan persyaratan-persyaratan yang telah ditentukan kepada bagian kredit. Setelah

menerima data peminjam kemudian bagian kredit melakukan pengecekan kelengkapan,

kemudian jika data lengkap maka bagian kredit melakukan survei semua data peminjam

sesuai data yang ada. Setelah melakukan survei kemudian bagian kredit menginputkan

data hasil survei kemudian diproses kemudian diserahkan kepada pimpinan cabang untuk

ditandatangani. Kemudian setelah ditandangani, kepala cabang mengembalikan kepada

bagian kredit, kemudian bagian kredit membuat laporan untuk diserahkan kepada kasir

kemudian mempersiapkan uang sesuai yang dibutuhkan oleh pemohon kredit.

Analisis Kelemahan Sistem

 Analisis yang digunakan untuk menganalisa sistem pemberian kredit untuk

mengetahui penyebab masalah menggunakan metode PIECES (Performance,

Information, Economy, Control, Efficiency, Service). Metode PIECES yaitu

membandingkan sistem yang lama dengan sistem yang dikembangkan.

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 66

Tabel Analisis Kelemahan Sistem

No Kategori Sistem yang Berjalan Sistem yang Dikembangkan

1. Performance

(kinerja sistem)

2. Information

(informasi)

3. Economy

(ekonomi)

4. Control

(pengendalian)

5. Efficiency

(efisien)

- Pemberian kredit

menggunakan program

komputer tetapi masih

kurang efektif dan efisien.

- Adanya keterlambatan

dalam penyampaian

informasi kepada pimpinan

dan pemohon kredit

- Pemborosan dalam

penggunaan peralatan

kantor, karena banyaknya

kertas yang digunakan

untuk mecatat data

pemohon.

- Belum adanya hak akses

dari masing-masing

karyawan sehingga setiap

karyawan mudah

memasukan data

sembarangan.

- Kurang efisien dalam

penginputan data pemohon

kredit dan data hasil survei

karena masih menggunakan

microsoft exel.

- Pemberian kredit

menggunakan program

komputer yang sudah

terintregasi dengan database

- Informasi yang disajikan

selalu up to date dan tepat

waktu.

- Dapat menerapkan Paperless

System (meminimalkan

penggunaan kertas).

6. Service

(pelayanan)

- Pemohon dalam menunggu

hasil pemberian kredit lama.

- Terdapat otorisasi

sistem dengan penerapan

hak akses yang tinggi

sehingga tidak sembarangan

orang bisa memasukan data

- Lebih efisien dalam

penginputan data pemohon

kredit dan data hasil survei

karena sudah terintegrasi

dengan database sehingga

menghemat waktu dan

tenaga

- Mempermudah dalam

proses pemberian plafon

kredit

- Pemohon dalam menunggu

hasil pemberian plafon

kredit cepat karena

menggunkan aplikasi SPK

.

Elaboration(Perluasan)

 Tahap ini lebih difokuskan pada perencanaan arsitektur sistem dan pada desain

sistem serta implementasi sitem yang fokus pada purwarupa sistem(prototype).

Alat Bantu Perancangan

 Untuk menggambarkan sistem yang dianalisa, penulis menggunakan alat bantu

perancangan sistem yang baku, berupa Busines Use Case, Use Case Diagram, Activity

Diagram, dan Class Diagram. Adapun penjelasan dari komponen-komponen tersebut

adalah:

Business Use Case

Business Use-case Model merupakan model yang menggambarkan proses bisnis

dari sebuah bisnis atau organisasi dan interaksi proses tersebut dengan pihak luar.

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 67

Gambar Business Use Case Pemberian Kredit

a. Definisi aktor

 Berikut adalah deskripsi pendefinisian aktor pada sistem pendukung

 keputusan penentuan plafon kredit:

Tabel Aktor yang dibutuhkan

No Aktor Deskripsi

1 Pimpinan Orang bertugas dan memiliki hak akses untuk memberikan

2 Admin Orang bertugas dan memiliki hak akses melakukan operasi

3 Staf Orang bertugas dan memiliki hak akses melakukan operasi

keputusan

mengelola data user dan mengelola laporan

mengelola data pemohon, dan data analisis

b. Definisi use case

 Berikut adalah deskripsi pendefinisian use case pada sistem pendukung

 keputusan penentuan plafon kredit:

No Use case Deskripsi

1 Login Proses pengecekan hak akses siapa yang berhak mengakses

Tabel Use Case

2 Mengelola data user Mengelola data user merupakan proses generalisasi yang

proses pengelolaan data sistem pendukung keputusan

penentuan plafon kredit, login wajib untuk fungsi-fungsi

yang berkaitan dengan akses pengubahan ke basis data.

meliputi tambah data user, mengubah data user dan

menghapus data user.

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 68

3 Mengelola data

pemohon

4 Mengelola data analisis Mengelola data analisis merupakan proses generalisasi yang

5 Mengelola laporan Mengelola data laporan merupakan proses generalisasi

Mengelola data pemohon merupakan proses generalisasi

yang meliputi tambah data pemohon dan mengubah data

pemohon

meliputi tambah data analisis, mengubah data analisis

mencetak laporan

Use Case Diagram

 Use case atau diagram use case merupakan pemodelan untuk melakukan

(behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah

interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Secara

kasar, use case digunakan untuk mengetahui fungsi apa saja yang ada didalam sebuah

sistem informasi dan siapa saja yang berhak menggunakan fungsi-fungsi itu (Rosa dan

Shalahuddin, 2011:130). Berikut ini gambar Uses Case Diagram penentuan plafon kredit.

Gambar Use Case Diagram penentuan plafon kredit

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 69

Class diagram

 Class Diagram membantu dalam visualisasi struktur kelas-kelas dari suatu sistem

dan merupakan tipe diagram yang paling banyak dipakai. Class diagram memperlihatkan

hubungan antar kelas dan penjelasannya detail tiap-tiap kelas didalam model desain dari

suatu sistem. Berikut gambar class diagram:

Gambar class diagram

Penilaian Penentuan Plafon Kredit

 Metode yang digunakan dalam perhitungan penentuan plafon kredit ini

menggunakan metode SAW. Metode SAW (Simple Additive Weighting) sering juga

dikenal istilah metode penjumlahan terbobot. Konsep dasar metode SAW adalah mencari

penjumlahan terbobot dari rating kinerja pada setiap alternatif pada semua atribut.

Metode SAW membutuhkan proses normalisasi matriks keputusan (X) ke suatu skala

yang dapat diperbandingkan dengan semua rating alternatif yang ada.

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 70

 Berikut merupakan kriteria yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan

penentuan plafon kredit berdasarkan persyaratan pemberian kredit secara umum. Adapun

kriteria yang telah ditentukan sebagai berikut:

No Nama kriteria Bobot w Keterangan

1 Karakter (C1) 1 Rendah

2 Kemampuan (C2) 10 Sangat tinggi

3 Jaminan (C3) 7.5 Tinggi

4 Modal (C4) 5 Tengah

5 Ekonomi (C5) 2.5 Sedang

 Nilai bobot tersebut dibuat dalam sebuah grafik supaya lebih jelas, seperti dibawah ini:

Tabel kriteria dan bobot.

Gambar Grafik bobot

Keterangan:

SR =Sangat Rendah T1 =Tengah

R =Rendah T2 =Tinggi

S =Sedang ST =Sangat Tinggi

Berdasarkan kriteria dan rating kecocokan setiap alternatif pada setiap kriteria yang telah

ditentukan, selanjutnya penjabaran bobot setiap kriteria.

a. Karakter memiliki subkriteria dan bobot sebagai berikut:

Tabel bobot dari subkriteria karakter.

No Karakter Bobot

1 Baik 10

2 Cukup Baik 5

b. Kemampuan

Kemampuan memiliki subkriteria dan bobot sebagai berikut:

Tabel bobot dari subkriteria kemampuan.

No Kemampuan Bobot

1 Mampu 10

2 Tidak Mampu 1

c. Jaminan

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 71

Jaminan memiliki subkriteria dan bobot sebagai berikut:

No Jaminan keterangan Bobot

2 Sertifikat dua Taksiran dibawah jumlah pinjaman 8

4 BPKB dua Taksiran dibawah jumlah pinjaman 5

5 Sgaji satu Gaji diatas jumlah pinjaman 4

Tabel bobot dari subkriteria jaminan.

1 Sertifikat satu Taksiran diatas jumlah pinjaman 10

3 BPKB satu Taksiran diatas jumlah pinjaman 7

6 Sgaji dua Gaji dibawah jumlah pinjaman 2

d. Modal

Modal memiliki subkriteria dan bobot sebagai berikut:

Tabel bobot dari subkriteria modal.

No Modal Bobot

1 Banyak 10

2 Cukup 5

3 Kurang 1

e. Ekonomi

Ekonomi memiliki subkriteria dan bobot sebagai berikut:

Tabel bobot dari subkriteria ekonomi.

No Ekonomi Bobot

1 Baik 10

2 Cukup baik 5

3 Kurang 1

f. Total bobot

Bobot dan besarnya pinjaman yang dicairkan.

Tabel bobot keseluruhan dan besarnya uang yang dipinjam.

No Jumlah uang Bobot

2 50.000.000 ≤23 - <25

3 25.000.000 ≤21 - <23

4 10.000.000 ≤19 - <21

5 5.000.000 ≤17 - <19

6 3.000.000 <17

1 100.000.000 25-26

g. Rumus perhitungan normalisasi matrik



 Xij jika j adalah atribut keuntungan(benefit)

 Max Xij

rij=

 MinXij jika j adalah atribut biaya(cost)

 Xij

Keterangan :

rij = nilai rating kinerja ternormalisasi .

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 72

xij = nilai atribut yang dimiliki dari setiap kriteria.

Max xij = nilai terbesar dari setiap kriteria.

Min xij = nilai terkecil dari setiap kriteria.

benefit = jika nilai terbesar adalah terbaik.

cost = jika nilai terkecil adalah terbaik.

Contoh perhitungan manual

Tiga pemohon kredit memiliki data sebagai berikut:

Kriteria Sugimin Pambudi Dina

Karakter (C1) Baik Baik Baik

Kemampuan (C2) Mampu Tidak mampu Mampu

Jaminan (C3) Sertifikat satu Sgaji satu Sgaji satu

Modal (C4) Kurang Banyak Cukup

Ekonomi (C5) Baik Baik Cukup

Berdasarkan data pemohon diatas dapat dibentuk matrik keputusan X yang telah

dikonversikan dengan bilangan Fuzzy, sebagai berikut:

Tabel Data Pemohon

Tabel Rating Kecocokan dari setiap alternatif pada setiap kriteria.

Alternatif Kriteria

Sugimin 10 10 10 1 10

Pambudi 10 1 4 10 10

Dina 10 10 4 5 5

C1 C2 C3 C4 C5

Pengambil keputusan mengambil bobot berdasarkan tingkat kepentingan masing-masing

kriteria yang dibutuhkan sebagai berikut:

Nilai bobot W=(1, 10, 7.5, 5, 2.5)

Membuat matrik keputusan X dibuat dari tabel kecocokan sebagai berikut:

 10 10 10 1 10

 X= 10 1 4 10 10

 10 10 4 5 5

Pertama, dilakukan normalisasi matrik X untuk menghitung nilai masing-masing kriteria

berdasarkan kriteria yang diasumsikan sebagai kriteria keuntungan atau biaya sebagai

berikut:

 Xij jika j adalah atribut keuntungan(benefit)

 Max Xij

rij=

 MinXij jika j adalah atribut biaya(cost)

 Xij

Keterangan :

rij = nilai rating kinerja ternormalisasi .

xij = nilai atribut yang dimiliki dari setiap kriteria.

Max xij = nilai terbesar dari setiap kriteria.

Min xij = nilai terkecil dari setiap kriteria.

benefit = jika nilai terbesar adalah terbaik.

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 73

cost = jika nilai terkecil adalah terbaik.

 10 10

P1). r11 = = = 1

 Max (10,10,10) 10

 10 10

 r12 = = = 1

 Max (10,1,10) 10

 10 10

 r13 = = = 1

 Max (10,6,4) 10

 1 1

 r14 = = = 0.1

 Max (1,10,5) 10

 10 10

 r15 = = = 1

 Max (10,10,5) 10



 10 10

 P2). r21 = = = 1

 Max (10,10,10) 10

 1 1

 r22 = = = 0.1

 Max (10,1,10) 10

 4 4

 r23 = = = 0.4

 Max (10,4,4) 10

 10 10

 r24 = = = 1

 Max (1,10,5) 10

 10 10

 r25 = = = 1

 Max (10,10,5) 10

 10 10

 P3. r31 = = = 1

 Max (10,10,10) 10

 10 1

 r32 = = = 0.1

 Max (10,1,10) 10

 4 4

 r33 = = = 0.4

 Max (10,4,4) 10

 5 5

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 74

 r34 = = = 0.5

 Max (1,10,5) 10

 5 5

 r35 = = = 0.5

 Max (10,10,5) 10

Kedua, membuat normalisasi matriks R yang diperoleh dari hasil normalisasi matriks X

sebagai berikut:

 1 1 1 0.1 1

R= 1 0.1 0.4 1 1

 1 1 0.4 0.5 0.5

Selanjutnya akan dibuat perkalian matriks W*R dan penjumlahan hasil perkalian untuk

memperoleh alternatif terbaik dengan melakukan perangkingan nilai terbesar sebagai

berikut:

V1=(1)(1) + (10)(1) + (7.5)(1) + (5)(0.1) + (2.5)(1)

 =1+10+7.5+0.5+2.5

 =21.5

V2=(1)(1) + (10)(0.1) + (7.5)(0.4) + (5)(1) + ( 2.5)(1)

 =1+1+3+5+2.5

 =12.5

V3=(1)(1) + (10)(1) + (7.5)(0.4) + (5)(0.5) + (2.5)(0.5)

 =1+10+3+2.5+1.25

 =17.75

Hasil perangkingan diperoleh V1=21.5, V2=12.5, V3=17.75. Berdasarkan nilai

pembobotan diatas maka dapat disimpulkan bahwa v1(sugimin) dapat meminjam uang

maksimal Rp 25.000.000, v2(pambudi) Rp 3.000.000 dan v3(dina) Rp 5.000.000.

KESIMPULAN

a. Sistem Pendukung Keputusan yang telah dibuat menghasilkan keputusan jumlah

plafon kredit yang dapat diandalkan dan dapat dipertanggungjawabkan.

b. Hasil yang diperoleh dari sistem yang dibuat akan memberikan alternatif

penilaian bagi para pengambil keputusan untuk menentukan setuju atau tidaknya

memberikan kredit.

c. Proses penyajian datanya sudah terkomputerisasi maka data yang dihasilkan tidak

menemui kesalahan atau meminimalisir kesalahan yang terjadi.

d. Penelitian sistem pendukung keputusan penentuan plafon kredit yang penulis buat

menggunakan alat bantu UML(Business Use case, Use case, Activity Diagram

dan Class Diagram).

e. Sistem Pendukung Keputusan yang telah dibuat menggunakan metode

pengembangan RUP (Rational Unified Process) yaitu Inception (permulaan),

Elaboration (perluasan), Construction (konstruksi) dan Transition (transisi).

DAFTAR PUSTAKA

Arfyanti, Ita. Sistem pendukung keputusan pemberian kelayakan kredit pinjaman pada

bank rakyat indonsia unit segiri indonesia dengan denganFuzzyMADM

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 75

(Multiple Attribute Decissio Making) menggunakan metode Saw (Simple Additive

Weighting). (Seminar Nasional Teknologi Informasi & Komunikasi Terapan

2012 (Semantik 2012). Jurusan Sistem Informasi STMIK Widya Cipta

Dharma, Semarang, 2012.

Haviluddin. Memahami Penggunaan UML (Unified Modelling Language). (Jurnal

 Informatika Mulawarman Vol 6 No. 1 Febuari 2011). Program Studi Ilmu

Komputer, FMIPA Universitas Mulawarman, Samarinda, 2011.

Ismail. Manajemen Perbankan, Penerbit Prenada Media Group, Jakarta, 2010.

Joko Saptono. 2008. Standar Operasional Prosedur Pengajuan Kredit dan Sistem

 Pengawasan Intern untuk Mencegah Kredit Macet Pada PT Bank

 Tabungan Negara Cabang malang (Tesis). Malang: Jurusan Manajemen

 Fakultas Ekonomi Universitas Islam Negeri Malang.

Kusumadewi, S., Hartati, S., Harjoko, A., dan Wardoyo, R. Fuzzy Multi-Attribute

 Decesion making (Fuzzy MADM). Graha Ilmu. Yogyakarta, 2006.

Nugroho, Bunafit. Database Relasional dengan MySQL, Penerbit Andi Offset,

 Jogjakarta, 2005.

Nugroho, Bunafit. Membuat Sistem Informasi Penjualan Berbasis WED dengan PHP

dan MySQL, Penerbit GAVA MEDIA, Jogjakarta, 2008 .

Pramudyo, Cahyono Sigit. Perancangan Sistem pendukung keputusan untuk

 pemilihan pemasok nata de coco dengan metode simple Additive weighting.

(Jurnal Ilmiah Teknik Industri, Vol. 11, No. 1, Juni 2012). Yogyakarta: Jurusan

Teknik Industri, UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta, 2012.

Rosa dan shalahuddin. Modul Pembelajaran Rekayasa perangkat lunak (Terstruktur dan

berorientasi Objek), Penerbit Modula, Bandung, 2011.

Saraswati, Rosita Ayu. Peranan analisis laporan keuangan, penilaian prinsip 5c calon

debitur dan pengawasan kredit terhadap efektivitas pemberian kredit pada PD.

BPR BANK pasar kabupaten temanggung. (Jurnal Nominal / Volume I Nomor II ).

Universitas Negeri Yogyakarta, Yogyakarta, 2012.

Turban, E.Fraim., Aronson, J.E, Ting Peng Liang. Decicion Support System and

Intelligent System. Penerbit Andi Offset, Jogjakarta, 2005.

Wibowo, Henry.Sistem pendukung keputusan untuk menentukan penerima

 beasiswa bank BRI Menggunakan FMADM ( Studi kasus: mahasiswa

 fakultas teknologi industri universitas isalam). (Seminar Nasional Aplikasi

Teknologi Informasi 2009 (SNATI 2009)). Jurusan Teknik Informatika, Fakultas

Teknologi Industri, UniversitasIslam Indonesia, Jogjakarta, 2009.

http://sce.uhcl.edu/helm/rationalunifiedprocess/

Duta.com ISSN : 2086-9436 Volume 5 Nomor 1 September 2013 76

Tidak ada komentar:

Posting Komentar